PANDAN WANGI
(Pandanus amaryllifolius Roxb.)
Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) adalah jenis
tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae. Daunnya merupakan komponen penting
dalam tradisi masakan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya
(Nonato, et al, 2008). Pandan wangi merupakan tanaman jenis perdu yang tumbuh
menahun dengan tinggi 1 – 2 m. Batangnya berbentuk bulat dengan bekas duduk
daun, bercabang, menjalar, serta terdapat akar tunjang yang keluar di sekitar
pangkal batang dan cabang. Pandan wangi memiliki jenis daun tunggal, duduk,
dengan pangkal memeluk batang. Helaian daunnya berbentuk pita, tipis, licin,
ujung runcing, tepi rata, bertulang sejajar, panjang 40 – 80 cm, lebar 3 – 5
cm, dan tepi daun berduri (Utami, 2008). Tanaman pandan wangi tumbuh di daerah
tropis dan banyak ditanam di halaman atau kebun. Terkadang pandan wangi tumbuh
liar di tepi sungai, tepi rawa, dan di tempat-tempat lembap, tumbuh subur dari daerah
pantai sampai daerah dengan ketinggian 500 mdpl (Tahir, 2010).
Pandanus amaryllifolius Roxb. merupakan satu-satunya
spesies Pandanus yang memiliki daun yang wangi. Tumbuhan ini dikenal dengan bau
wangi yang khas, sehingga disebut fragrant screw pine (Nonato, et al, 2008).
Aroma khas dari pandan wangi diduga karena adanya senyawa turunan asam amino
fenil alanin yaitu 2acetyl-1-pyrroline (Faras, et al, 2014). Beberapa bahan
kimia yang terkandung dalam pandan wangi, diantaranya alkolida, saponin, flavonoid,
tannin, polifenol, dan zat warna (Hariana, 2013). Menurut Hidayat, et al
(2008), manfaat pandan wangi antara lain adalah sebagai bahan aroma, pewarna
makanan, kosmetik, tanaman hias, bahan kerajinan tangan dan obat. Dalam
pengobatan tradisional pandan berkhasiat untuk mengobati rematik, pegal linu,
lemah syaraf, dan sebagai penenang atau mengatasi gelisah.
Sistematika taksonomi pandan wangi (Pandanus
amaryllifolius Roxb)
adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisio :
Spermatophyta
Classis :
Monocotyledonae
Ordo :
Pandanales
Familia : Pandanaceae
Genus :
Pandanus
Spesies : Pandanus amaryllifolius Roxb (Tjitrosoepomo
dalam Sukandar dkk, 2010)
Penamaan pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb)
diberbagai daerah memiliki nama antara lain Pandan Rampe, Pandan Seungit,
Pandan Room, Pandan Wangi (Jawa); Seuku Bangu, Seuku Musang, Pandan Jau, Pandan
Berbau, Pandan Harum, Pandan Rempai, Pandan Wangi, Pandan Musang (Sumatera); Pondang,
Pondan, Ponda, Pondago (Sulawesi); Kelamoni, Hao Moni, Keker Moni, Ormon Foni,
Keker Moni, Ormon Foni, Pondak, Pondaki, Pudaka (Maluku); Pandan Arrum (Bali);
Bonak (Nusa Tenggara) (Hariana, 2015).
Pandan wangi
mempunyai daun yang selalu hijau sepanjang tahun. Batangnya bulat, dapat
tunggal atau bercabang-cabang dan mempunyai akar udara atau akar tunjang yang
muncul pada pangkal batang. Helaian daun berbentuk pita, memanjang, tepi daun
rata dan ujung daun meruncing. Daun berwarna hijau dan tersusun spiral, panjang
40-80 cm dan lebar 3-5 cm (Hidayat,
2015). Tanaman ini merupakan tanaman perdu tahunan dengan tinggi 1 m. Bunga
majemuk berbentuk bongkol dan berwarna putih. Buahnya berbentuk buah batu,
menggantung, berbentuk bola dengan diameter 4-7,5 cm, dinding buah berambut dan
warnanya jingga (Herbie, 2015) Tanaman pandan wangi dapat dengan mudah dijumpai
di daerah tropis dan banyak ditanam di halaman, di kebun, di pekarangan rumah
maupun tumbuh secara liar di tepi-tepi selokan yang teduh (Hariana, 2015).
Selain itu, tumbuhan ini dapat tumbuh liar ditepi sungai, rawa, dan
tempat-tempat lain yang tanahnyaagak lembab dan dapat tumbuh subur dari daerah pantai
sampai di daerah dengan ketinggian 500 mdpl (di bawah permukaan laut) (Herbie,
2015).
Deskripsi
Minyak Atsiri
Minyak atsiri adalah salah satu kandungan tanaman yang
sering disebut “minyak terbang” (Inggris: volatile oils). Minyak atsiri
dinamakan demikian karena minyak tersebut mudah menguap. Selain itu, minyak
atsiri juga disebut essential oil (dari kata essence) karena minyak tersebut
memberikan bau pada tanaman (Koensoemardiyah, 2010). Menurut Sulong (2006),
minyak atsiri merupakan sebuah konsentrasi larutan yang terbentuk dari ratusan
komponen beraroma dan berbahan organik, termasuk hormon, vitamin, dan beragam
elemen alami lainnya. Bahan baku minyak ini diperoleh dari berbagai bagian
tanaman seperti daun, bunga, buah, biji, kulit biji, batang, akar, atau rimpang
(Rusli, 2010).
Komposisi
Minyak Atsiri
Minyak atsiri tersusun atas beragam senyawa kimia, yakni
Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), dan beberapa persenyawaan kimia seperti
Nitrogen (N) dan Belerang (S). Namun komponen utama yang menyusun senyawa kimia
dari minyak atsiri adalah Hidrokarbon dan Hidrokarbon beroksida.
Hidrokarbon
Golongan hidrokarbon dalam minyak atsiri terdiri dari
turunan terpene, yakni monoterpene (C5H8)2, seskuiterpen (C5H8)3, diterpene
(C5H8)4, dan politerpen, serta paraffin, olefin, dan hidrokarbon aromatik.
Kandungan monoterpene dapat dibagi menjadi tiga golongan yang bergantung kepada
struktur kimia seperti geraniol dan monosiklik misalnya limonene atau bisiklik
misalnya α-pinen dan β-pinen (Guenther, 1987). Beroksigen (Oxygenated
Hydrocarbon) (Ketaren, 1985).
Hidrokarbon
Beroksida (Orgenated Hydrocarbon)
Dalam komponen hidrokarbon berokosida, terdapat kandungan
oksigen (oxygenated compound atau terpen-O) yang terdiri dari alkohol dan
fenol, aldehid, keton, ester, dan eter (Guenther, 1987).
Sifat
Minyak Atsiri
1. Memiliki aroma yang khas. Umumnya aroma ini mewakili
aroma tanaman penghasilnya. Aroma minyak atsiri satu dengan lainya
berbeda-beda.
2. Mempunyai rasa getir.
3. Mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami
dekomposisi.
4. Tersusun komponen senyawa hidrokarbon atau terpen dan
kelompok persenyawaan yang mengandung oksigen (oxygenated compound atau
terpen-O).
5. Tidak tahan disimpan lama untuk minyak atsiri dari bahan
bunga dan daun sedangkan minyak atsiri dari bahan berupa biji, kulit, akar, dan
kayu lebih tahan disimpan lama.
6. Sangat mudah larut dalam pelarut organik.
7. Tidak larut dalam
air.
Minyak
Atsiri Daun Pandan Wangi
Minyak atsiri daun pandan wangi merupakan minyak atsiri
yang diperoleh dari daun pandan wangi (Pandanus amryllifolius Roxb.). Minyak
atsiri daun pandan wangi dapat digunakan untuk aromaterapi memberikan efek
penenang, obat, dan obat antidepresan. Manfaat daun pandan wangi yang dapat
memberikan efek penenang, Puspitasari (2017) melakukan penelitian yang
membuktikan bahwa pemberian ekstrak daun pandan wangi 10% dapat menurunkan
durasi immobility time dan kadar kortisol tikus jantan galur wistar yang
depresi. Aroma khas yang dimiliki daun pandan wangi banyak disukai dan banyak
dimanfaatkan sebagai aroma terapi dalam industri spa. Aroma khas daun pandan wangi
berasal dari kandungan kimia dan minyak atsiri daun pandan wangi itu sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
Agustiningsih,
Wildan, A. dan Mindaningsih. (2010). Optimasi
cairan penyari pada pembuatan ekstrak daun pandan (Pandanus amarillyfolius
Roxb) secara maserasi terhadap kadar fenolik dan flavonoid total. Momentum
6(2): 36–41.
Prameswari, O.
M., dan Widjanarko, S. B., 2014, Uji Efek
Ekstrak Air Daun Pandan Wangi Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Dan
Histopatologi Tikus Diabetes Mellitus.Jurnal Pangan dan Agroindustri 2(2) :
16-27
Sukandar, D,
S. Hermanto dan I.A. Mabrur. 2009. Aktivitas
Senyawa Antidiabetes Ekstrak Etil Asetat Daun Pandan Wangi (Pandanus
Amaryllifolius Roxb.). Jakarta : Program Studi Kimia Fakultas Sains dan
Teknologi UIN Syarif Hidayatullah
Sukandar, dkk.
2009. Uji Potensi Aktivitas Anti Kanker
EkstrakDaun Pandan Wangi (Pandanusamaryllifolius Roxb.)Dengan Metode Brine
Shrimp Lethality Test (BSLT).JKTI.11 (1): 32-38.
Margaretta,dkk.
2011. Ekstraksi SenyawaPhenolic Pandanus
Amaryllifolius Roxb. sebagai Antioksidan Alami.Widya Teknik. 10(1): 21-30
Arisandi dan
Andriani. 2008. Khasiat Berbagai Tanaman
Untuk Pengobatan. Jakarta: Eksa Media.
Barbosa, D.S. 2007. Green Tea Polyphenolic Compounds and Human Health. Journal of
Consumer Protection and Food Safety. 2
: 407-413
Dalimartha,
Setiawan. 2002. Obat Tradisional Pandan
wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.).[Online]. Available at http://www.pdpersi.co.id. (verified 15
Juni 2017)